KUMPARAN

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 31 Agustus 2026

AKBP Agung Tribawanto Bergerak Cegah Karhutla, Polisi Edukasi Warga Kelola Lahan Tanpa Membakar

POLRES PASAMAN BARAT | Kepolisian Resor Pasaman Barat terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas di setiap nagari untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan edukasi serta mengingatkan warga agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara membakar, Sabtu (29/8/2026).

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, jajaran Bhabinkamtibmas telah diarahkan untuk lebih aktif mendatangi permukiman warga maupun kawasan perkebunan. Kehadiran personel tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lahan yang aman, sekaligus mencegah munculnya titik api sejak dini.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, upaya pencegahan telah digencarkan sejak Rabu (26/8/2026). Edukasi dilakukan melalui sosialisasi secara langsung oleh Bhabinkamtibmas serta diperkuat dengan penyebaran imbauan melalui media sosial resmi Polres Pasaman Barat.

“Personel Bhabinkamtibmas langsung mendatangi warga. Memberikan imbauan agar tidak membuka lahan dan kebun dengan cara dibakar,” ujar AKBP Agung Tribawanto.

Ia menegaskan, pencegahan merupakan langkah utama dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Pasaman Barat. Karena itu, komunikasi antara polisi dan masyarakat terus dibangun agar setiap persoalan terkait lingkungan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Langkah pencegahan adalah prioritas utama kami. Sosialisasi dan edukasi terus kita lakukan,” tegasnya.

AKBP Agung Tribawanto mengingatkan bahwa karhutla tidak sekadar persoalan terbakarnya hutan atau lahan. Kebakaran dapat menimbulkan asap yang mengganggu kualitas udara, berdampak terhadap kesehatan masyarakat, merusak ekosistem serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi apabila tidak segera ditangani.

“Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat maupun pihak korporasi tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar. Bencana karhutla membawa dampak buruk yang luas, mulai dari polusi udara, gangguan kesehatan pernapasan, hingga merusak kelestarian lingkungan hidup yang menjadi kewajiban kita bersama untuk dijaga,” katanya.

Selain mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif, Polres Pasaman Barat juga memastikan aspek penegakan hukum tetap berjalan. Pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sanksi pidana untuk pelaku pembakaran hutan dan lahan sangat berat. Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang sengaja melakukan pembakaran,” tegas AKBP Agung Tribawanto.

Kapolres Pasaman Barat juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat Polri 110 maupun layanan pesan WhatsApp “Halo Kapolres”, sehingga petugas dapat bergerak sedini mungkin.

AKBP Agung Tribawanto berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Menurutnya, menjaga Pasaman Barat dari ancaman karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama demi lingkungan yang sehat dan masa depan generasi mendatang.

#POLRI UNTUK MASYARAKAT | POLRI HADIR UNTUK MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI


TIM

Kamis, 27 Agustus 2026

TNI Pasang Sumur Bor di Lokasi Rawan Karhutla di Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA | Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam XXII/Tambun Bungai memasang sejumlah sumur bor di wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya penanggulangan karhutla sekaligus memaksimalkan bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat.Pemasangan sumur bor dilakukan setelah rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya. Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai memerintahkan jajarannya untuk segera memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran lahan dan berpotensi menimbulkan kabut asap.

Selain dukungan helikopter untuk operasi *water bombing* dan penguatan personel, pemerintah pusat juga memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa sumur bor yang didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Salah satu wilayah yang menjadi prioritas pemasangan sumur bor adalah Kelurahan Kameloh, Kota Palangka Raya, serta sejumlah titik rawan lainnya di Kota Palangka Raya dan wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Komandan Kodim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memasang sekitar 40 sumur bor di wilayah Kameloh Baru hingga perbatasan Kabupaten Pulang Pisau.

Menurutnya, keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif bagi personel maupun masyarakat dalam melakukan pembasahan lahan gambut, terutama ketika terjadi musim kemarau dengan kondisi sumber air yang terbatas.

“Untuk satu sumur bor, estimasi sumber airnya dapat digunakan untuk membasahi lahan gambut seluas sekitar 100 meter persegi dengan durasi lebih dari tiga jam,” ujar Kurniawan.

Pemasangan sumur bor di wilayah rawan karhutla menjadi salah satu langkah strategis untuk mencegah meluasnya kebakaran dan menekan perkembangan titik api yang muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Bantuan sumur bor dari pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau dan kekeringan.

TNI juga terus berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla, khususnya dalam menghadapi potensi peningkatan kejadian kebakaran akibat kemarau panjang.

Minggu, 23 Agustus 2026

Bantuan Tahap II Presiden Prabowo Tiba di Kalteng, Perkuat Penanganan Karhutla dan Dampak Asap

Palangka Raya | Dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali tiba. Bantuan tahap II dari Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, membawa sejumlah perlengkapan kesehatan yang dipersiapkan untuk mendukung penanganan dampak karhutla.

Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara jenis Boeing 737 dengan nomor registrasi A-7305. Pesawat tiba di Apron Lama Bandara Tjilik Riwut dengan membawa berbagai kebutuhan kesehatan.

Sejumlah perlengkapan yang tiba antara lain masker Earloop sebanyak 8 koli, masker N95 sebanyak 3 koli, masker KN95 sebanyak 1 koli, serta oksigen sebanyak 36 koli.

Selain itu, turut tiba regulator sebanyak 9 koli, masker sebanyak 3 koli, seragam APD sebanyak 6 koli, serta seragam APD tanpa sepatu sebanyak 6 koli.

Namun, dalam pengiriman tahap II tersebut terdapat sejumlah perlengkapan yang belum terangkut. Masker N98 sebanyak 1 koli dan masker Flat sebanyak 1 koli tercatat tidak ikut dalam penerbangan.

Setibanya bantuan di Palangka Raya, proses penerimaan dilakukan oleh Pabandya Sislog Slogdam XXII/TB, Pabanda Mathub Slogdam XXII/TB, dan Kasituud Kesdam XXII/TB.

Seluruh bantuan yang telah diterima kemudian langsung dibawa menuju Kesdam XXII/TB untuk dilakukan penanganan dan pengelolaan lebih lanjut.

Bantuan tersebut selanjutnya akan dipersiapkan untuk pendistribusian sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya dalam mendukung upaya penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat.

Kehadiran bantuan tahap II ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan karhutla, terutama dalam menghadapi kebutuhan perlindungan kesehatan bagi personel maupun masyarakat yang terdampak kondisi asap.

Dengan tambahan oksigen, masker, serta perlengkapan APD, dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan penanganan di lapangan sekaligus membantu mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

TIM

Bantuan Presiden Prabowo untuk Karhutla Kalteng Tiba, Puluhan Mesin Pompa Siap Dukung Penanganan di Lapangan

PALANGKA RAYA | Bantuan tahap pertama dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tiba di Apron Lama Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Minggu (23/8/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam memperkuat kesiapan penanganan karhutla di wilayah yang membutuhkan.

Bantuan yang tiba berupa peralatan pendukung pemadaman dan perlindungan bagi personel di lapangan. Sebanyak 75 unit mesin pompa air diterima, dengan rincian lima unit telah dirakit, sementara 70 unit lainnya masih dalam kondisi belum dirakit.

Selain mesin pompa, bantuan juga dilengkapi perlengkapan pelindung pernapasan. Tercatat sebanyak 21 koli masker, terdiri atas delapan koli masker N98 dan 13 koli masker flat, turut dikirim bersama bantuan tersebut.

Untuk menunjang penggunaan mesin pompa dalam penanganan karhutla, bantuan juga mencakup 225 pcs selang keluar serta dua gulung selang isap. Peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan teknis ketika personel melakukan pemadaman di wilayah terdampak.

Kedatangan bantuan diterima oleh Slogdam XXII/Tambun Bungai bersama Paur Zidam XXII/Tambun Bungai. Setelah dilakukan proses penerimaan dan pemeriksaan, seluruh bantuan dipastikan untuk segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

Selanjutnya, bantuan tersebut dibawa dan didistribusikan ke Zidam XXII/Tambun Bungai dan Kesdam XXII/Tambun Bungai. Distribusi dilakukan agar peralatan dapat dimanfaatkan secara tepat dalam mendukung upaya penanganan karhutla sekaligus perlindungan bagi personel yang bertugas.

Kehadiran bantuan dari Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Dengan tambahan peralatan tersebut, diharapkan respons di lapangan semakin cepat, kesiapan personel semakin kuat, dan masyarakat dapat terlindungi dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

Katim RMO Group | Wyndoee

Sabtu, 22 Agustus 2026

Mengabdi Tanpa Jarak, Yonif TP 951/Pandeka Marapi Rutin Patroli dan Bersilaturahmi dengan Warga Simawang

YONIF TP 951 TP | Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya terlihat ketika menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga ketika prajurit berjalan menyusuri jalan nagari, menyapa warga, berdialog dan memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan tenang. Hal itu ditunjukkan prajurit Yonif TP 951/Pandeka Marapi yang secara rutin melaksanakan patroli di wilayah Nagari Simawang, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (22/8/2026). Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya satuan menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan kehadiran TNI benar-benar dirasakan masyarakat.

Patroli dilakukan secara rutin dengan menyusuri sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman dan lingkungan masyarakat. Dengan kendaraan dinas dan perlengkapan tugas, prajurit bergerak dari satu titik ke titik lainnya sambil memantau perkembangan situasi wilayah. Bagi masyarakat, kehadiran prajurit yang melintas bukan sekadar pemandangan biasa, melainkan menjadi pesan bahwa ada aparat yang siap hadir dan peduli terhadap keamanan lingkungan mereka.
Namun, tugas prajurit Yonif TP 951/Pandeka Marapi tidak berhenti pada kegiatan patroli. Di sela perjalanan, personel juga menyempatkan diri berkomunikasi dengan masyarakat. Warga diajak berbincang secara sederhana dan terbuka, mulai dari kondisi lingkungan hingga perkembangan situasi yang terjadi di sekitar tempat tinggal mereka. Pola komunikasi seperti ini membuat hubungan antara prajurit dan masyarakat semakin dekat sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai informasi yang dianggap penting.

Suasana humanis tampak ketika prajurit berhenti dan berdialog langsung dengan warga. Tidak ada jarak antara seragam TNI dengan masyarakat yang ditemui. Prajurit mendengarkan, menyapa dan membangun komunikasi dengan pendekatan yang sederhana, sehingga keberadaan mereka tidak hanya dipandang sebagai unsur pengamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Dari komunikasi itulah rasa saling percaya dan kepedulian dapat terus tumbuh.

Bagi Yonif TP 951/Pandeka Marapi, menjaga keamanan merupakan tugas bersama. Prajurit hadir untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif, sementara masyarakat menjadi mata dan telinga yang turut membantu menjaga lingkungan. Sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menciptakan suasana yang nyaman, karena keamanan tidak hanya dibangun melalui patroli, tetapi juga melalui komunikasi, kepedulian dan kebersamaan antara TNI dengan rakyat.

Wadanyonif TP 951/Pandeka Marapi Kapten Inf Rudy Hermawan, S.T.Han, menegaskan bahwa patroli dan komunikasi dengan masyarakat akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen satuan dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran prajurit di tengah warga diharapkan mampu memberikan rasa aman serta membangun komunikasi yang baik sehingga setiap perkembangan situasi dapat diketahui bersama.

“Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mempererat hubungan silaturahmi. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga situasi wilayah agar tetap aman, nyaman dan kondusif,” ujar Kapten Inf Rudy Hermawan.

Patroli rutin di Nagari Simawang akhirnya bukan hanya tentang perjalanan prajurit dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Lebih dari itu, setiap langkah menjadi bagian dari pengabdian untuk menjaga rasa aman, setiap sapaan menjadi jembatan silaturahmi, dan setiap komunikasi menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Yonif TP 951/Pandeka Marapi terus menunjukkan bahwa TNI hadir untuk rakyat, dekat dengan rakyat dan mengabdi untuk negeri, menjaga keamanan sekaligus merawat kemanunggalan TNI dengan masyarakat dari nagari hingga pelosok wilayah.

Katim RMO Group | Wyndoee 

Pangdam XXII/TB Dampingi Kasad dan Wakapolri pada Kunker Presiden RI Perkuat Penanganan Karhutla

Palangka Raya | Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., dalam kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka penguatan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah, bertempat di Posko Aju Penanganan Karhutla kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., setibanya di Bandara Tjilik Riwut menerima penjelasan secara singkat perihal penanganan Karhutla diwilayah kalteng oleh Gubernur Kalteng H Agustar Sabran, S.Ikom., setelah itu melaksanakan Kunjugan sekaligus ramah tamah ke Kodam XXII/TB. Kasad menerima penjelasan Pangdam XXII/TB perihal kondisi Kodam, pelaksanaan tugas-tugas diusianya satu tahun, serta program pengembangan satuan kedepannya.

Setelah ramah tamah, Kasad dan Pangdam XXII/TB menyambut Kedatangan Presiden RI untuk melaksanakan rapat. Dalam Rapat tersebut Presiden RI menerima laporan perkembangan Karhutla dari Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib. Tercatat sejak 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 terdapat 19.992 hotspot dan 1.639 kejadian Karhutla dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare. Penanganan melibatkan sekitar 10.700 personel dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api, serta unsur masyarakat lainnya.

Presiden Prabowo secara langsung menggali kebutuhan operasional di lapangan, khususnya dukungan sarana pemadaman. Saat ini empat unit helikopter water bombing telah beroperasi dan masih dibutuhkan tambahan 2–3 unit, serta sekitar 100–200 unit pompa air untuk memperkuat pemadaman darat. Presiden langsung menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat dukungan bagi Satgas Karhutla.

Kunjungan kerja tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah bersama TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait untuk mengendalikan Karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Pangdam XXII/TB bersama jajaran siap mendukung penuh upaya penanganan Karhutla guna melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah.

KASUS HUSNUL DALAM PERHATIAN AKBP AGUNG TRIBAWANTO! Satreskrim: “Sedang Mendalami dan Melakukan Pengejaran”

POLRES PASAMAN BARAT | Kasus yang menimpa Husnul, perempuan berusia 21 tahun yang ditemukan dalam kondisi linglung dan memunculkan dugaan penyekapan serta pemaksaan mengonsumsi narkotika jenis sabu, kini menjadi perhatian Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK., M.H.

Atensi tersebut menunjukkan keseriusan Polres Pasaman Barat dalam memastikan setiap dugaan tindak pidana yang meresahkan masyarakat mendapat penanganan sesuai prosedur hukum. Penyidik diminta mengungkap fakta secara utuh tanpa terburu-buru menarik kesimpulan.

AKBP Agung Tribawanto melalui jajaran Satreskrim memastikan perkara tersebut masih berjalan. Sejumlah informasi terus dikembangkan untuk mengetahui kronologi sebenarnya serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K. menyampaikan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman sekaligus pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.

“Hingga saat ini Satreskrim sedang mendalami dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saat ini kasus ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Pasaman Barat,” ujar Iptu Agung saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon.

Pernyataan Kasat Reskrim tersebut menegaskan bahwa proses penanganan belum berhenti. Polisi masih mengumpulkan informasi, menggali keterangan yang diperlukan serta menelusuri berbagai petunjuk yang dapat membantu mengungkap perkara secara terang.

Kondisi Husnul yang ditemukan dalam keadaan linglung menjadi salah satu hal yang perlu didalami penyidik. Dugaan penyekapan maupun pemaksaan mengonsumsi sabu harus dibuktikan melalui proses hukum, sehingga setiap informasi perlu diuji dengan keterangan saksi, korban dan alat bukti yang sah.

Bagi keluarga, pengungkapan kasus tersebut tentu menjadi harapan besar. Mereka membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Husnul dan siapa yang harus bertanggung jawab apabila dugaan tindak pidana tersebut nantinya terbukti.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Satreskrim juga mengedepankan proses penyidikan yang objektif. Artinya, setiap pihak yang diduga berkaitan harus diperiksa berdasarkan fakta dan bukti, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Di tengah perhatian masyarakat terhadap perkara tersebut, Polres Pasaman Barat meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi yang benar justru dapat membantu penyidik mempercepat pengungkapan kasus dan memastikan proses hukum berjalan tepat sasaran.

Kini langkah Satreskrim Polres Pasaman Barat masih ditunggu untuk mengungkap secara terang perkara yang dialami Husnul. Di bawah atensi Kapolres AKBP Agung Tribawanto, penyidik terus bekerja mengejar pihak yang diduga terlibat hingga fakta perkara tersebut dapat dipastikan berdasarkan hukum dan alat bukti yang sah.

Katim RMO Group | Wyndoee

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi