KUMPARAN

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 31 Oktober 2026

Kunjungan Integrasi Siswa SPN Polda NTT ke Lanudal Kupang, Perkuat Sinergi TNI-Polri

Kunjungan Integrasi Siswa SPN Polda NTT ke Lanudal Kupang, Perkuat Sinergi TNI-Polri

TNI AL – Puspenerbal (31/10/2026)
Lanudal Kupang menerima kunjungan 48 siswa dan 10 pembina SPN Polda NTT dalam rangka kegiatan integrasi TNI-Polri di Mako Lanudal Kupang, Jumat (30/10/26).

Kegiatan diawali dengan paparan Palaksa Lanudal Kupang Mayor Laut (T) Mikhael K. Keraf mengenai penerbangan TNI AL dan tugas pokok Lanudal Kupang dan dilanjutkan olahraga bersama di apron hanggar serta penanaman pohon di lahan ketahanan pangan Lanudal Kupang bersama Komandan Lanudal Kupang Letkol Laut (P) Muhammad Sapari, S.E., M.Tr.SOU., M.Han.

Komandan Lanudal Kupang menyampaikan bahwa kunjungan integrasi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi dan soliditas TNI-Polri sejak masa pendidikan, sekaligus menumbuhkan keakraban, sportivitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

Kodaeral XI Dukung Sinergi Nasional Penanganan Karhutla di Papua Selatan

Kodaeral XI Dukung Sinergi Nasional Penanganan Karhutla di Papua Selatan

TNI AL. Kodaeral XI. Komandan Kodaeral XI Laksamana Muda TNI Joko Andriyanto, S.T.,M.Tr.Hanla., M.A.P menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., beserta rombongan dari Jakarta di Base Ops Baru Lanud J.A. Dimara, Merauke. Komitmen memperkuat sinergi lintas instansi dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Papua Selatan. Sabtu (31/10/2026).

Kunjungan yang dilaksanakan dalam rangka meninjau Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sekaligus mengikuti rapat koordinasi penanganan Karhutla di Provinsi Papua Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Kodaeral XI turut melaksanakan monitoring dan pengamanan wilayah guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian kunjungan pejabat negara. Kehadiran berbagai unsur terkait menjadi wujud nyata koordinasi dan soliditas antarlembaga dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah Papua Selatan.

Keterlibatan Kodaeral XI menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung stabilitas keamanan wilayah serta memperkuat kolaborasi lintas sektoral demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Papua Selatan. (Dinas Penerangan Kodaeral XI).

Selamat dan Sukses AKBP Agung Tribawanto, Semoga Gelar Magister Hukum Membawa Keberkahan

Selamat dan Sukses AKBP Agung Tribawanto, Semoga Gelar Magister Hukum Membawa Keberkahan

POLRES PASAMAN BARAT | Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Polres Pasaman Barat. Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., berhasil meraih gelar akademik Magister Hukum (M.H.). Pencapaian tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus momentum penting dalam perjalanan pengembangan kapasitas intelektual, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat. Sabtu (31/10/2026).

Raihan gelar Magister Hukum tersebut bukan sekadar tambahan gelar akademik di belakang nama, melainkan juga mencerminkan pentingnya pendidikan dan pengembangan kompetensi bagi seorang perwira kepolisian. Di tengah tanggung jawab memimpin institusi kepolisian di wilayah Pasaman Barat, peningkatan wawasan keilmuan menjadi bagian penting untuk memperkuat kualitas kepemimpinan serta pemahaman terhadap berbagai persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebagai Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memastikan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. Dalam konteks tersebut, pemahaman hukum yang semakin mendalam diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan tanggung jawab institusi.

Pendidikan Magister Hukum memiliki ruang pembelajaran yang luas, mulai dari pemahaman terhadap sistem hukum, prinsip keadilan, kepastian hukum, hingga dinamika penerapan peraturan perundang-undangan. Pengetahuan tersebut memiliki relevansi kuat dengan tugas kepolisian, terutama dalam memastikan setiap tindakan penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan tetap menghormati hak-hak masyarakat.

Di tengah dinamika persoalan sosial dan hukum yang semakin kompleks, kehadiran aparat kepolisian yang memiliki kapasitas, integritas, serta wawasan hukum menjadi kebutuhan penting. Masyarakat tidak hanya mengharapkan keamanan, tetapi juga membutuhkan pelayanan yang memberikan kepastian, perlindungan, dan rasa keadilan. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Polri merupakan salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan publik.

Raihan akademik AKBP Agung Tribawanto juga dapat menjadi motivasi bagi personel Polres Pasaman Barat untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kemampuan profesional. Semangat belajar tidak seharusnya berhenti ketika seseorang telah menduduki jabatan tertentu, melainkan harus terus tumbuh seiring dengan meningkatnya tanggung jawab pengabdian.

Lebih jauh, ilmu hukum yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memperkuat pendekatan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan, edukasi, perlindungan masyarakat, dan penyelesaian persoalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian yang kuat bukan hanya diukur dari keberhasilan mengungkap tindak pidana, melainkan juga dari kemampuannya membangun hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan bersama masyarakat.

Pencapaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat semangat pengabdian di lingkungan Polres Pasaman Barat. Dengan bekal pendidikan, pengalaman, dan tanggung jawab institusional, diharapkan pelayanan kepolisian semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan keamanan dan penegakan hukum secara bijaksana dan berintegritas.

Ucapan selamat dan sukses atas raihan gelar Magister Hukum tersebut. Semoga ilmu pengetahuan yang diperoleh menjadi sumber keberkahan, memperluas wawasan, memperkuat integritas, serta memberikan manfaat nyata bagi institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara. Sebab, setinggi apa pun pencapaian akademik, nilai sesungguhnya tetap terletak pada bagaimana ilmu itu diamalkan melalui kerja nyata dan pengabdian.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT. Semoga AKBP Agung Tribawanto senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai Kapolres Pasaman Barat. Teruslah mengabdi dengan profesionalisme, ketegasan, humanisme, serta menjunjung tinggi supremasi hukum demi terwujudnya keamanan, ketertiban, dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto Melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata Ungkap Dugaan Curanmor di Pasbar

AKBP Agung Tribawanto Melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata Ungkap Dugaan Curanmor di Pasbar

POLRES PASAMAN BARAT | Komitmen Polres Pasaman Barat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan melalui pengungkapan kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil meringkus seorang pemuda berinisial SH (23), yang berdasarkan pemeriksaan awal diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian sepeda motor. Pengungkapan tersebut berlangsung di Jorong Jawa Brastagi, Nagari Brastagi Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (30/10/2026).

Penangkapan tersebut dibenarkan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K. Ia menerangkan bahwa SH diduga melakukan pencurian sepeda motor milik seorang warga bernama Wazirman. Pengungkapan perkara ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat sekaligus menindak tindak pidana yang meresahkan warga.

Kasus tersebut bermula pada Rabu (23/9/2026), ketika sepeda motor Honda Supra Fit-X bernomor polisi BM 2957 QL milik Wazirman terparkir di bawah pondok kebun kelapa sawit di kawasan Jorong Parit, Kecamatan Koto Balingka. Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepolisian, SH bersama seorang rekannya datang dari Ujung Gading untuk mencari sasaran pencurian.

Ketika melihat kendaraan korban dalam kondisi kunci masih tergantung, pelaku diduga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa kabur sepeda motor. Korban sempat berteriak saat mengetahui kendaraannya dibawa, tetapi pelaku tetap meninggalkan lokasi sambil mengatakan bahwa sepeda motor tersebut hanya dipinjam sebentar. Peristiwa itu kemudian dilaporkan korban ke SPKT Polres Pasaman Barat untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Menindaklanjuti laporan polisi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Sungai Beremas melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas dan keberadaan terduga pelaku. Penelusuran informasi dilakukan hingga petugas memperoleh petunjuk bahwa SH berada di sebuah pondok kebun kelapa sawit di Jorong Jawa Brastagi, Nagari Brastagi Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.

Tim Opsnal yang dipimpin IPDA Algino Ganaro, dengan dukungan Unit Reskrim Polsek Sungai Beremas, kemudian bergerak menuju lokasi. Pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, petugas berhasil mengamankan SH. Dalam proses penangkapan, terduga pelaku disebut sempat melakukan perlawanan hingga terjadi pergumulan dengan petugas, sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Dari pemeriksaan awal, SH mengakui telah mengambil sepeda motor milik Wazirman. Setelah berhasil membawa kendaraan tersebut, pelaku disebut membuka sebagian bodi sepeda motor dan membuang sejumlah bagiannya ke sungai. Kendaraan itu kemudian dijual kepada seseorang di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, dengan harga Rp1.400.000.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Supra Fit-X dengan nomor polisi BM 2957 QL. Barang bukti tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk memperkuat pembuktian dan menelusuri rangkaian peristiwa pidana yang dilaporkan korban.

Perkembangan yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah pengakuan awal SH yang menyebut dirinya telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak sembilan unit di wilayah Kecamatan Lembah Melintang dan Sungai Beremas. Hasil pencurian tersebut menurut pengakuannya dijual kepada pihak lain yang diduga berperan sebagai penadah. Namun, seluruh pengakuan tersebut masih harus didalami dan dibuktikan melalui proses penyidikan, termasuk penelusuran setiap laporan serta barang bukti yang berkaitan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata menegaskan bahwa penyidik terus mengembangkan perkara tersebut. Identitas pihak yang diduga menerima hasil pencurian telah dikantongi petugas. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, menelusuri keberadaan kendaraan lainnya, serta memastikan setiap pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum.

Atas dugaan perbuatannya, SH dijerat Pasal 476 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kunci kendaraan dalam keadaan tergantung, menggunakan pengaman tambahan, serta segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

Pengungkapan ini menegaskan pentingnya sinergi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto terus mendorong penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Pengembangan kasus diharapkan dapat mengungkap seluruh rangkaian dugaan pencurian maupun pihak-pihak yang terkait, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

Jumat, 30 Oktober 2026

Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Perdamaian Bukan Jalan Bebas Hukum, Hak Korban Tetap Dilindungi

POLRES PASAMAN BARAT | Komitmen menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan, profesional, dan humanis terus diperkuat Kepolisian Resor Pasaman Barat (Polres Pasbar), Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), pendekatan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) menjadi salah satu mekanisme penyelesaian perkara tertentu dengan mengedepankan pemulihan hak korban, tanggung jawab pihak terkait, serta terciptanya kembali hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata, S.Tr.K., menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, selama periode 1 hingga 29 Oktober 2026 tercatat sebanyak 30 laporan polisi dalam penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif di lingkungan Polres Pasbar dan jajaran Polsek. Data tersebut mencerminkan upaya Satreskrim bersama jajaran dalam mengoptimalkan penyelesaian perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dari data tersebut, tujuh perkara tercatat ditangani pada tingkat Polres Pasaman Barat, sementara 22 perkara lainnya disebut berada di tingkat Polsek jajaran. Kasat Reskrim menjelaskan bahwa perkara yang diselesaikan melalui pendekatan tersebut antara lain pencurian biasa dan penggelapan. Seluruh proses tetap harus memperhatikan persyaratan hukum, kesepakatan sukarela para pihak, serta kepentingan dan pemulihan hak korban.

Sementara itu, berdasarkan rincian jenis perkara yang disampaikan untuk tingkat Polsek jajaran, terdapat delapan perkara penganiayaan, enam perkara pencurian biasa, dan dua perkara pengancaman. Satreskrim Polres Pasbar menempatkan penyelesaian perkara tersebut dalam kerangka penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mempertimbangkan dampak konflik terhadap korban, pelaku, keluarga, dan lingkungan sosial. Rincian angka tersebut masih memerlukan pencocokan dengan total 22 perkara yang disebutkan sebelumnya agar data publikasi benar-benar akurat.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa Restorative Justice bukan sekadar upaya mempercepat penyelesaian administrasi perkara. Lebih dari itu, pendekatan ini mengutamakan penyelesaian konflik secara bertanggung jawab, pemulihan kerugian yang dialami korban, serta membangun kesadaran agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Dengan demikian, keadilan tidak hanya dilihat dari proses hukum, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Dalam penerapannya, Satreskrim Polres Pasbar tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan persyaratan yang berlaku. Tidak semua perkara dapat diselesaikan melalui mekanisme RJ karena harus melalui penilaian terhadap jenis tindak pidana, ketentuan hukum, fakta peristiwa, serta terpenuhi atau tidaknya persyaratan yang ditentukan. Prinsip kehati-hatian menjadi penting agar pendekatan keadilan restoratif tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam koridor hukum.

Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata juga menekankan bahwa proses perdamaian harus berlangsung secara sukarela, tanpa intimidasi, ancaman, ataupun tekanan terhadap korban maupun pihak lainnya. Apabila terdapat kerugian yang harus dipulihkan, bentuk pertanggungjawabannya wajib disesuaikan dengan kesepakatan yang sah serta kondisi perkara. Perlindungan terhadap korban tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyelesaian.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto juga melalui Satreskrim memastikan bahwa penerapan Restorative Justice bukan berarti mengabaikan hak korban atau memberikan kebebasan kepada pelaku tanpa pertanggungjawaban. Sebaliknya, mekanisme tersebut harus mampu menghadirkan penyelesaian yang adil, proporsional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme penyidik dalam menilai kelayakan perkara menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Selain menjalankan penegakan hukum, Polres Pasbar terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai prosedur, persyaratan, dan mekanisme pengawasan keadilan restoratif. Masyarakat perlu mengetahui bahwa perdamaian tidak otomatis menghentikan seluruh proses hukum, sebab penyelesaian melalui RJ hanya dapat dilakukan apabila memenuhi ketentuan yang berlaku. Melalui edukasi dan pelayanan yang terbuka, Satreskrim diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mampu mencegah berkembangnya konflik menjadi persoalan hukum yang lebih luas.

Komitmen Kapolres AKBP Agung Tribawanto bersama Satreskrim Polres Pasaman Barat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, perlindungan korban, dan kepastian hukum. Dengan mengutamakan profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab, Polres Pasbar diharapkan terus memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT.

TIM RMO

Kamis, 29 Oktober 2026

Beben Desak APBD Kapuas Berkeadilan, Minta Aspirasi Semua Dapil Diakomodasi

KUALA KAPUAS – Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kapuas, Beben, mendesak pemerintah daerah menerapkan prinsip keadilan dan pemerataan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia meminta pemerintah mengakomodasi aspirasi masyarakat dari seluruh daerah pemilihan (dapil) tanpa memihak wilayah tertentu.


Desakan tersebut disampaikan Beben setelah pembahasan anggaran di Kuala Kapuas, Selasa (28/10/2026). Anggota Komisi III DPRD Kapuas itu menegaskan, pemerintah harus memastikan alokasi anggaran pembangunan mencerminkan kebutuhan masyarakat di setiap dapil.


“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Kapuas agar pembangunan melalui penggunaan APBD berkeadilan di masing-masing dapil, sehingga adil dan merata tanpa memihak,” tegas Beben.


Menurut dia, setiap rupiah dalam APBD harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas. Karena itu, pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan pembangunan di semua wilayah, mulai dari Kapuas Hilir hingga Kapuas Hulu.


Beben menilai, pemerintah perlu menjaga keseimbangan alokasi anggaran agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan antardaerah. Ia menegaskan, seluruh dapil berhak mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat.


Beben Tegaskan Aspirasi Rakyat Harus Masuk APBD


Beben menjelaskan, usulan yang disampaikan DPRD berasal dari aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Aspirasi tersebut dihimpun melalui berbagai kegiatan, termasuk reses dan pertemuan dengan konstituen.


“Karena yang kami usulkan berdasarkan aspirasi masyarakat di dapil kami masing-masing. Itu suara rakyat, jeritan rakyat di bawah. Kalau itu tidak muncul di APBD, apa artinya kami selaku wakil mereka?” ujarnya.


Ia juga mempertanyakan peran DPRD dalam pembahasan anggaran apabila usulan masyarakat tidak mendapatkan perhatian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).


“Jangan jadikan DPRD ini hanya stempel. Kami dipilih rakyat. Kalau aspirasi dapil kami tidak diakomodasi, lalu untuk apa kami ada di sini? Untuk apa APBD dibahas bersama? Lebih baik pemerintah susun sendiri,” kata Beben.


Minta Pemerintah Evaluasi Alokasi Anggaran


Sebagai anggota Komisi III yang membidangi pembangunan, Beben meminta bupati dan jajaran perangkat daerah mengevaluasi pola penganggaran agar lebih memperhatikan kebutuhan setiap wilayah.


Ia mengingatkan, ketimpangan pembangunan dapat memicu kecemburuan sosial dan memperlebar kesenjangan antarwilayah di Kabupaten Kapuas.


Menurut Beben, APBD merupakan anggaran untuk kepentingan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan pembangunan tidak hanya berfokus pada wilayah tertentu.


“Prinsip kami di Fraksi Gerindra jelas: adil, merata, tanpa memihak. Semua dapil berhak merasakan pembangunan. Jangan tunggu rakyat marah,” pungkasnya.

Rabu, 21 Oktober 2026

Peduli Kesehatan, Ibu-ibu Persit Gandeng Puskesmas Nuhuwei Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Kampung Yamboi

Mansel - Dalam rangka mendukung suksesnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVII Kodim 1808/Mansel menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Nuhuwei untuk melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Kamis (22/10/26).


Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Persit terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah pelaksanaan program TMMD ke-130.


Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan kondisi kesehatan warga. Masyarakat Kampung Yamboi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mendapatkan perhatian serta pelayanan dari petugas kesehatan.


Ketua Persit KCK Cabang XVII Kodim 1808/Mansel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan Persit terhadap pelaksanaan TMMD, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bidang kesehatan.


“Kami ingin kehadiran Persit di tengah masyarakat Kampung Yamboi dapat memberikan manfaat nyata. Melalui kerja sama dengan Puskesmas Nuhuwei, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Karena masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam membangun kampung yang maju dan sejahtera,” ungkapnya.


Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel, Letkol Czi Sunandar Parius, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Persit KCK Cabang XVII bersama tenaga kesehatan Puskesmas Nuhuwei yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan program TMMD.


“TMMD bukan semata-mata membangun jalan, jembatan, rumah, maupun fasilitas umum lainnya, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat. Kehadiran Persit bersama tenaga kesehatan menjadi bukti bahwa TNI hadir secara menyeluruh untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan,” ujarnya.


Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI, Persit, tenaga kesehatan, dan masyarakat Kampung Yamboi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan semangat “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, Persit KCK Cabang XVII Kodim 1808/Mansel terus berkomitmen mendukung kegiatan TMMD ke-130, tidak hanya melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.


(Tim/Red)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi