KUMPARAN

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 31 Oktober 2026

AKBP Agung Tribawanto Melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata Ungkap Dugaan Curanmor di Pasbar

AKBP Agung Tribawanto Melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata Ungkap Dugaan Curanmor di Pasbar

POLRES PASAMAN BARAT | Komitmen Polres Pasaman Barat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan melalui pengungkapan kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil meringkus seorang pemuda berinisial SH (23), yang berdasarkan pemeriksaan awal diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian sepeda motor. Pengungkapan tersebut berlangsung di Jorong Jawa Brastagi, Nagari Brastagi Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (30/10/2026).

Penangkapan tersebut dibenarkan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K. Ia menerangkan bahwa SH diduga melakukan pencurian sepeda motor milik seorang warga bernama Wazirman. Pengungkapan perkara ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat sekaligus menindak tindak pidana yang meresahkan warga.

Kasus tersebut bermula pada Rabu (23/9/2026), ketika sepeda motor Honda Supra Fit-X bernomor polisi BM 2957 QL milik Wazirman terparkir di bawah pondok kebun kelapa sawit di kawasan Jorong Parit, Kecamatan Koto Balingka. Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepolisian, SH bersama seorang rekannya datang dari Ujung Gading untuk mencari sasaran pencurian.

Ketika melihat kendaraan korban dalam kondisi kunci masih tergantung, pelaku diduga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa kabur sepeda motor. Korban sempat berteriak saat mengetahui kendaraannya dibawa, tetapi pelaku tetap meninggalkan lokasi sambil mengatakan bahwa sepeda motor tersebut hanya dipinjam sebentar. Peristiwa itu kemudian dilaporkan korban ke SPKT Polres Pasaman Barat untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Menindaklanjuti laporan polisi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Sungai Beremas melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas dan keberadaan terduga pelaku. Penelusuran informasi dilakukan hingga petugas memperoleh petunjuk bahwa SH berada di sebuah pondok kebun kelapa sawit di Jorong Jawa Brastagi, Nagari Brastagi Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.

Tim Opsnal yang dipimpin IPDA Algino Ganaro, dengan dukungan Unit Reskrim Polsek Sungai Beremas, kemudian bergerak menuju lokasi. Pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, petugas berhasil mengamankan SH. Dalam proses penangkapan, terduga pelaku disebut sempat melakukan perlawanan hingga terjadi pergumulan dengan petugas, sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Dari pemeriksaan awal, SH mengakui telah mengambil sepeda motor milik Wazirman. Setelah berhasil membawa kendaraan tersebut, pelaku disebut membuka sebagian bodi sepeda motor dan membuang sejumlah bagiannya ke sungai. Kendaraan itu kemudian dijual kepada seseorang di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, dengan harga Rp1.400.000.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Supra Fit-X dengan nomor polisi BM 2957 QL. Barang bukti tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk memperkuat pembuktian dan menelusuri rangkaian peristiwa pidana yang dilaporkan korban.

Perkembangan yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah pengakuan awal SH yang menyebut dirinya telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak sembilan unit di wilayah Kecamatan Lembah Melintang dan Sungai Beremas. Hasil pencurian tersebut menurut pengakuannya dijual kepada pihak lain yang diduga berperan sebagai penadah. Namun, seluruh pengakuan tersebut masih harus didalami dan dibuktikan melalui proses penyidikan, termasuk penelusuran setiap laporan serta barang bukti yang berkaitan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata menegaskan bahwa penyidik terus mengembangkan perkara tersebut. Identitas pihak yang diduga menerima hasil pencurian telah dikantongi petugas. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, menelusuri keberadaan kendaraan lainnya, serta memastikan setiap pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum.

Atas dugaan perbuatannya, SH dijerat Pasal 476 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kunci kendaraan dalam keadaan tergantung, menggunakan pengaman tambahan, serta segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

Pengungkapan ini menegaskan pentingnya sinergi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto terus mendorong penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Pengembangan kasus diharapkan dapat mengungkap seluruh rangkaian dugaan pencurian maupun pihak-pihak yang terkait, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

Jumat, 30 Oktober 2026

Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Perdamaian Bukan Jalan Bebas Hukum, Hak Korban Tetap Dilindungi

POLRES PASAMAN BARAT | Komitmen menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan, profesional, dan humanis terus diperkuat Kepolisian Resor Pasaman Barat (Polres Pasbar), Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), pendekatan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) menjadi salah satu mekanisme penyelesaian perkara tertentu dengan mengedepankan pemulihan hak korban, tanggung jawab pihak terkait, serta terciptanya kembali hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata, S.Tr.K., menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, selama periode 1 hingga 29 Oktober 2026 tercatat sebanyak 30 laporan polisi dalam penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif di lingkungan Polres Pasbar dan jajaran Polsek. Data tersebut mencerminkan upaya Satreskrim bersama jajaran dalam mengoptimalkan penyelesaian perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dari data tersebut, tujuh perkara tercatat ditangani pada tingkat Polres Pasaman Barat, sementara 22 perkara lainnya disebut berada di tingkat Polsek jajaran. Kasat Reskrim menjelaskan bahwa perkara yang diselesaikan melalui pendekatan tersebut antara lain pencurian biasa dan penggelapan. Seluruh proses tetap harus memperhatikan persyaratan hukum, kesepakatan sukarela para pihak, serta kepentingan dan pemulihan hak korban.

Sementara itu, berdasarkan rincian jenis perkara yang disampaikan untuk tingkat Polsek jajaran, terdapat delapan perkara penganiayaan, enam perkara pencurian biasa, dan dua perkara pengancaman. Satreskrim Polres Pasbar menempatkan penyelesaian perkara tersebut dalam kerangka penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mempertimbangkan dampak konflik terhadap korban, pelaku, keluarga, dan lingkungan sosial. Rincian angka tersebut masih memerlukan pencocokan dengan total 22 perkara yang disebutkan sebelumnya agar data publikasi benar-benar akurat.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa Restorative Justice bukan sekadar upaya mempercepat penyelesaian administrasi perkara. Lebih dari itu, pendekatan ini mengutamakan penyelesaian konflik secara bertanggung jawab, pemulihan kerugian yang dialami korban, serta membangun kesadaran agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Dengan demikian, keadilan tidak hanya dilihat dari proses hukum, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Dalam penerapannya, Satreskrim Polres Pasbar tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan persyaratan yang berlaku. Tidak semua perkara dapat diselesaikan melalui mekanisme RJ karena harus melalui penilaian terhadap jenis tindak pidana, ketentuan hukum, fakta peristiwa, serta terpenuhi atau tidaknya persyaratan yang ditentukan. Prinsip kehati-hatian menjadi penting agar pendekatan keadilan restoratif tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam koridor hukum.

Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata juga menekankan bahwa proses perdamaian harus berlangsung secara sukarela, tanpa intimidasi, ancaman, ataupun tekanan terhadap korban maupun pihak lainnya. Apabila terdapat kerugian yang harus dipulihkan, bentuk pertanggungjawabannya wajib disesuaikan dengan kesepakatan yang sah serta kondisi perkara. Perlindungan terhadap korban tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyelesaian.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto juga melalui Satreskrim memastikan bahwa penerapan Restorative Justice bukan berarti mengabaikan hak korban atau memberikan kebebasan kepada pelaku tanpa pertanggungjawaban. Sebaliknya, mekanisme tersebut harus mampu menghadirkan penyelesaian yang adil, proporsional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme penyidik dalam menilai kelayakan perkara menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Selain menjalankan penegakan hukum, Polres Pasbar terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai prosedur, persyaratan, dan mekanisme pengawasan keadilan restoratif. Masyarakat perlu mengetahui bahwa perdamaian tidak otomatis menghentikan seluruh proses hukum, sebab penyelesaian melalui RJ hanya dapat dilakukan apabila memenuhi ketentuan yang berlaku. Melalui edukasi dan pelayanan yang terbuka, Satreskrim diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mampu mencegah berkembangnya konflik menjadi persoalan hukum yang lebih luas.

Komitmen Kapolres AKBP Agung Tribawanto bersama Satreskrim Polres Pasaman Barat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, perlindungan korban, dan kepastian hukum. Dengan mengutamakan profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab, Polres Pasbar diharapkan terus memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT.

TIM RMO

Kamis, 29 Oktober 2026

Beben Desak APBD Kapuas Berkeadilan, Minta Aspirasi Semua Dapil Diakomodasi

KUALA KAPUAS – Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kapuas, Beben, mendesak pemerintah daerah menerapkan prinsip keadilan dan pemerataan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia meminta pemerintah mengakomodasi aspirasi masyarakat dari seluruh daerah pemilihan (dapil) tanpa memihak wilayah tertentu.


Desakan tersebut disampaikan Beben setelah pembahasan anggaran di Kuala Kapuas, Selasa (28/10/2026). Anggota Komisi III DPRD Kapuas itu menegaskan, pemerintah harus memastikan alokasi anggaran pembangunan mencerminkan kebutuhan masyarakat di setiap dapil.


“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Kapuas agar pembangunan melalui penggunaan APBD berkeadilan di masing-masing dapil, sehingga adil dan merata tanpa memihak,” tegas Beben.


Menurut dia, setiap rupiah dalam APBD harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas. Karena itu, pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan pembangunan di semua wilayah, mulai dari Kapuas Hilir hingga Kapuas Hulu.


Beben menilai, pemerintah perlu menjaga keseimbangan alokasi anggaran agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan antardaerah. Ia menegaskan, seluruh dapil berhak mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat.


Beben Tegaskan Aspirasi Rakyat Harus Masuk APBD


Beben menjelaskan, usulan yang disampaikan DPRD berasal dari aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Aspirasi tersebut dihimpun melalui berbagai kegiatan, termasuk reses dan pertemuan dengan konstituen.


“Karena yang kami usulkan berdasarkan aspirasi masyarakat di dapil kami masing-masing. Itu suara rakyat, jeritan rakyat di bawah. Kalau itu tidak muncul di APBD, apa artinya kami selaku wakil mereka?” ujarnya.


Ia juga mempertanyakan peran DPRD dalam pembahasan anggaran apabila usulan masyarakat tidak mendapatkan perhatian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).


“Jangan jadikan DPRD ini hanya stempel. Kami dipilih rakyat. Kalau aspirasi dapil kami tidak diakomodasi, lalu untuk apa kami ada di sini? Untuk apa APBD dibahas bersama? Lebih baik pemerintah susun sendiri,” kata Beben.


Minta Pemerintah Evaluasi Alokasi Anggaran


Sebagai anggota Komisi III yang membidangi pembangunan, Beben meminta bupati dan jajaran perangkat daerah mengevaluasi pola penganggaran agar lebih memperhatikan kebutuhan setiap wilayah.


Ia mengingatkan, ketimpangan pembangunan dapat memicu kecemburuan sosial dan memperlebar kesenjangan antarwilayah di Kabupaten Kapuas.


Menurut Beben, APBD merupakan anggaran untuk kepentingan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan pembangunan tidak hanya berfokus pada wilayah tertentu.


“Prinsip kami di Fraksi Gerindra jelas: adil, merata, tanpa memihak. Semua dapil berhak merasakan pembangunan. Jangan tunggu rakyat marah,” pungkasnya.

Rabu, 21 Oktober 2026

Peduli Kesehatan, Ibu-ibu Persit Gandeng Puskesmas Nuhuwei Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Kampung Yamboi

Mansel - Dalam rangka mendukung suksesnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVII Kodim 1808/Mansel menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Nuhuwei untuk melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Kamis (22/10/26).


Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Persit terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah pelaksanaan program TMMD ke-130.


Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan kondisi kesehatan warga. Masyarakat Kampung Yamboi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mendapatkan perhatian serta pelayanan dari petugas kesehatan.


Ketua Persit KCK Cabang XVII Kodim 1808/Mansel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan Persit terhadap pelaksanaan TMMD, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bidang kesehatan.


“Kami ingin kehadiran Persit di tengah masyarakat Kampung Yamboi dapat memberikan manfaat nyata. Melalui kerja sama dengan Puskesmas Nuhuwei, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Karena masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam membangun kampung yang maju dan sejahtera,” ungkapnya.


Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel, Letkol Czi Sunandar Parius, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Persit KCK Cabang XVII bersama tenaga kesehatan Puskesmas Nuhuwei yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan program TMMD.


“TMMD bukan semata-mata membangun jalan, jembatan, rumah, maupun fasilitas umum lainnya, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat. Kehadiran Persit bersama tenaga kesehatan menjadi bukti bahwa TNI hadir secara menyeluruh untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan,” ujarnya.


Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI, Persit, tenaga kesehatan, dan masyarakat Kampung Yamboi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan semangat “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, Persit KCK Cabang XVII Kodim 1808/Mansel terus berkomitmen mendukung kegiatan TMMD ke-130, tidak hanya melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.


(Tim/Red)

Minggu, 18 Oktober 2026

KAPOLRES SOLOK SELATAN AKBP ANDREANALDO ADEMI TEGASKAN BERKAS AYAH TERDUGA PELAKU P21, POLISI PERLUAS PERBURUAN MS DALAM KASUS DUGAAN PERSETUBUHAN ANAK HINGGA DHARMASRAYA DAN SIJUNJUNG

KAPOLRES SOLOK SELATAN AKBP ANDREANALDO ADEMI TEGASKAN BERKAS AYAH TERDUGA PELAKU P21, POLISI PERLUAS PERBURUAN MS DALAM KASUS DUGAAN PERSETUBUHAN ANAK HINGGA DHARMASRAYA DAN SIJUNJUNG

SOLOK SELATAN, SUMATERA BARAT | Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa penanganan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur berinisial WAN (14) terus berjalan, bersamaan dengan proses hukum terhadap tersangka SP dalam perkara dugaan pengancaman dan perusakan menggunakan senjata tajam. Perkembangan terbaru, berkas perkara SP telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Solok Selatan, sementara terduga pelaku utama berinisial MS (19) masih diburu oleh Satreskrim Polres Solok Selatan.

Kepastian status P21 menjadi perkembangan penting dalam perkara yang turut menyita perhatian masyarakat tersebut. Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, menyampaikan bahwa kelengkapan berkas membuka jalan bagi penyidik untuk melanjutkan proses hukum ke tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum. Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme peradilan pidana untuk membawa perkara ke tahap penuntutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam perkara dugaan pengancaman dan perusakan tersebut, SP yang merupakan orang tua terduga pelaku utama disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun. Berdasarkan keterangan kepolisian, dugaan tindakan intimidasi itu disebut berkaitan dengan rasa sakit hati atas laporan yang disampaikan keluarga korban terhadap anaknya. Namun, motif maupun unsur pidana tetap harus dinilai berdasarkan hasil penyidikan dan pembuktian dalam proses peradilan.

Sementara itu, penanganan perkara utama terkait dugaan persetubuhan terhadap WAN yang disebut terjadi pada 2025 masih menghadapi tantangan karena MS belum ditemukan. Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, menjelaskan bahwa tim Satreskrim terus mengembangkan petunjuk dan menelusuri sejumlah wilayah yang diduga menjadi lokasi persembunyian terduga pelaku. Pencarian diperluas ke Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, hingga kawasan Kiliran Jao.

Salah satu kendala dalam pencarian tersebut adalah informasi bahwa MS tidak menggunakan telepon seluler dan diduga berpindah-pindah tempat. Kondisi ini membuat pelacakan melalui sinyal komunikasi tidak dapat diandalkan, sehingga penyidik perlu mengoptimalkan penelusuran lapangan, mengembangkan informasi, serta memeriksa setiap petunjuk yang relevan. Polres Solok Selatan menegaskan bahwa upaya pencarian tetap berlangsung untuk mendukung proses penegakan hukum.

Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, mengajak masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan MS agar segera melapor ke Polres Solok Selatan atau kantor kepolisian terdekat. Dukungan masyarakat diharapkan membantu mempersempit ruang pencarian dan mempercepat pengungkapan perkara. Masyarakat juga diimbau tidak bertindak sendiri, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat berwenang.

Di sisi lain, perlindungan terhadap WAN sebagai anak yang disebut menjadi korban dugaan tindak pidana harus tetap menjadi perhatian utama. Identitas korban anak wajib dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan perlindungan anak dan sistem peradilan pidana anak, termasuk prinsip perlindungan identitas anak dalam pemberitaan. Proses hukum juga harus menjunjung asas praduga tak bersalah, memastikan hak-hak korban diperhatikan, serta mengedepankan penanganan yang profesional dan berkeadilan.

Perkembangan perkara ini menunjukkan bahwa penegakan hukum membutuhkan kerja berkelanjutan aparat kepolisian, dukungan masyarakat, dan kepedulian bersama terhadap keselamatan anak. Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, menegaskan bahwa penanganan perkara SP dan pencarian MS terus dilakukan melalui prosedur hukum yang berlaku. POLRI BERSAMA MASYARAKAT menjadi semangat untuk menjaga keamanan, membantu proses penegakan hukum, serta mengawal perlindungan korban tanpa mengabaikan hak setiap pihak di hadapan hukum.

SUMBER: KETERANGAN KEPOLISIAN DAN INFORMASI HUMAS POLRES SOLOK SELATAN

Rabu, 14 Oktober 2026

Kasatdik TK Hang Tuah 22 Sidoarjo Berganti

Sidoarjo, (14/10/26) | Ketua Pengurus Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah Ny.Sandya Ali Triswanto memimpin jalannya serah terima jabatan Kasatdik TK Hang Tuah 22 Sidoarjo dari  Sri Wahyuni, S.Pd. Aud kepada  Luluk Mardiana, S.Pd yang berlangsung di  Longer  Room SMP Hang Tuah 6 Excellent Sidoarjo,(14/10/26).

Serah terima jabatan Kasatdik TK Hang Tuah 22 merupakan bagian dari proses kaderisasi, kesinambungan kepemimpinan, serta dinamika organisasi .

TK Hang Tuah 22 Sidoarjo merupakan pendidikan untuk menyiapkan pertumbuhan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia dengan semangat kebaharian (kemaritiman) dan wawasan kebangsaan sebelum memasuki pendidikan di jenjang Sekolah Dasar.

Kapengda Surabaya YHT, Ny.Sandya Ali Triswanto menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Sri Wahyuni, S.Pd. Aud atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian selama menjalankan tugas sebagai Kasatdik TK Hang Tuah 22 Sidoarjo.  Semoga segala pengabdian dan kebaikan yang telah diberikan menjadi amal ibadah serta membawa keberkahan. 

Sementara itu kepada Kasatdik TK Hang Tuah 22 Sidoarjo Ibu Luluk Mardiana, S.Pd, saya mengucapkan selamat mengemban amanah sebagai Kasatdik yang baru. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. 

Ditambahkan oleh  Kapengda agar dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah dirintis sebelumnya, serta membangun kerja sama yang harmonis dengan para guru, komite, orang tua, dan seluruh pihak terkait.

Kepada seluruh guru dan keluarga besar TK Hang Tuah 22 Sidoarjo, saya mengajak untuk terus menjaga kekompakan dan memberikan dukungan demi kemajuan sekolah.

Nampak hadir dalam Sertijab TK Hang Tuah 22 Sidoarjo, Pengurus  Daerah Surabaya YHT,  Sekretaris Niken Dyah Puspitorini , S.Pd,  Bendahara Ninik Indra Sunaring Venyanti dan  Kabidlemdik  Dra. Ramayanti, Ketua MKKS Irra Fatukawati,  S.Si., M.Pd, Kasatdik SMP Hang Tuah 6 Excellent Ari Sitrijono, S.Pd., M.M dan Komite sekolah serta beberapa guru TK Hang Tuah 22 Sidoarjo.

(yht/dar)

Yayasan Hang Tuah Ambon Apresiasi Pemerintah, Revitalisasi Sekolah Perkuat Kualitas Pembelajaran

Yayasan Hang Tuah Ambon Apresiasi Pemerintah, Revitalisasi Sekolah Perkuat Kualitas Pembelajaran

Ambon (14/10/26)

Ketua Pengurus Daerah (Kapengda) Ambon Yayasan Hang Tuah, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menerima kunjungan kerja Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di SMP Hang Tuah Ambon, Halong, Kota Ambon, Rabu (14/10/26).

Kunjungan tersebut untuk meninjau hasil program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah yang kini menunjang proses Budaya Sekolah Aman dan Nyaman ( BSAN).

Dalam kegiatan tersebut, Kapengda Ambon Yayasan Hang Tuah didampingi Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Rohman Arif, S.Sos., mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. Turut hadir pengurus Yayasan Hang Tuah Ambon, para guru, serta murid-murid SMP Hang Tuah Ambon.

Sementara itu Tim BPMP Provinsi Maluku Kasubbag BPMP Rusman Lasahia, S.Pd., M.Si., diwakili tim humas, Dani Latuconsina, dan rombongan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan terhadap hasil pelaksanaan program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat. Sebelum mendapatkan bantuan tersebut, sejumlah fasilitas SMP Hang Tuah Ambon mengalami kerusakan dan dinilai kurang memadai untuk mendukung Pengalaman Belajar Murid ( PBM),
Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan cukup berat, sedangkan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terkendala kebocoran atap saat musim hujan sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Melalui program revitalisasi, perbaikan dilakukan pada sejumlah fasilitas utama sekolah, meliputi tiga ruang kelas, tiga ruang administrasi, satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), satu laboratorium IPA, satu perpustakaan, serta enam unit toilet.

Perbaikan tersebut tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak, sehat, dan mendukung Standar Proses Pembelajaran. Ketersediaan ruang kelas yang memadai, laboratorium yang dapat digunakan secara optimal, serta fasilitas sanitasi yang layak merupakan bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.

Kapengda Ambon Yayasan Hang Tuah, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program revitalisasi tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas terlaksananya revitalisasi sarana dan prasarana SMP Hang Tuah Ambon. Gedung dan ruang belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan kini menjadi jauh lebih layak, aman, dan nyaman untuk menunjang Standar Proses Pembelajaran" ungkapnya.
Ia berharap, fasilitas yang telah diperbaiki dapat meningkatkan semangat belajar murid sekaligus memotivasi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan lingkungan sekolah yang lebih baik, proses pendidikan diharapkan semakin optimal dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Sementara itu, perwakilan tim BPMP Provinsi Maluku, Dani Latuconsina, mengapresiasi pengelolaan dan pemanfaatan bantuan revitalisasi di SMP Hang Tuah Ambon. Menurutnya, hasil pekerjaan yang ditinjau menunjukkan perhatian terhadap kerapian dan kualitas fisik bangunan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Yayasan Hang Tuah Ambon dan pengelola sekolah atas pelaksanaan program revitalisasi ini. Kami berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pihak Yayasan Hang Tuah Ambon bersama keluarga besar SMP Hang Tuah Ambon juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas dukungan pemerintah dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Program revitalisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan, khususnya di lingkungan Yayasan Hang Tuah Ambon. Dengan fasilitas sekolah yang lebih layak dan memadai, kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung semakin efektif serta mampu mendukung lahirnya generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan(yht/dar).

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi